<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Keuskupan Malang (Diocese of Malang)</title>
	<atom:link href="http://keuskupan-malang.web.id/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://keuskupan-malang.web.id</link>
	<description>Jl. Guntur 2 Malang 65112, Telepon 0341-362524, Fax 323744</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 07:26:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Bunda Marietta Brotosoedirdjo,  OSU  telah berpulang</title>
		<link>http://keuskupan-malang.web.id/?p=4599</link>
		<comments>http://keuskupan-malang.web.id/?p=4599#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 07:26:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Aldilanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuskupan-malang.web.id/?p=4599</guid>
		<description><![CDATA[ Sr . Fransisca Sri Soenariningsih Marietta Brotosoedirdjo,  OSU, atau biasa kita sapa dan panggil Sr.Marietta telah berpulang menghadap kepada Allah Bapa di Surga pada hari Selasa tanggal 15 Mei 2012. Dalam perjuangan berliau melawan sakit di RS.Panti Nirmala akhirnya menuai kebahagiaan  yang sejati  bertemu bersama Bapa dan Yesus Kristus sang penyembuh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://keuskupan-malang.web.id/wp-content/uploads/2012/05/sr.Marieta.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-4601" title="sr.Marieta" src="http://keuskupan-malang.web.id/wp-content/uploads/2012/05/sr.Marieta-269x300.jpg" alt="" width="269" height="300" /></a> Sr . Fransisca Sri Soenariningsih Marietta Brotosoedirdjo,  OSU, atau biasa kita sapa dan panggil Sr.Marietta telah berpulang menghadap kepada Allah Bapa di Surga pada hari Selasa tanggal 15 Mei 2012. Dalam perjuangan berliau melawan sakit di RS.Panti Nirmala akhirnya menuai kebahagiaan  yang sejati  bertemu bersama Bapa dan Yesus Kristus sang penyembuh sejati  di Surga Mulia.<br />
Suster Marietta lahir di Blitar 4 Juni 1935, Masuk biara 1956 berkaul kekal pada tahun 1963 dan menjadi Kepala sekolah SD. Pada tahun 1977 berliau pernah menjadi Kepala sekolah di SMA Cor Jesu.<br />
Jasa Suster Marietta untuk Keuskupan Malang sangat besar yaitu saat beliau menjabat menjadi pengajar di Tahun Rohani (On Going Formation Keuskupan Malang) pada tahun 1995.<br />
Kepedulian beliau pada bidang pendidikan anak muda sampai dengan calon imam Projo sangat dirasakan oleh orang-orang muda Keuskupan Malang. Banyak alumni yang pernah dididik dan dibina merasakan sangat dekat sampai-sampai dipanggil “BUNDA”, karena kedekatan beliau itulah  baik frater maupun para siswa-siswi SMA merasakan sentuhan sang BUNDA dari sapaan beliau.<br />
Selamat jalan Suster selamat bertemu Allah Bapa disurga mulia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuskupan-malang.web.id/?feed=rss2&amp;p=4599</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peringatan 50 tahun Rubiah Carmelites di Indonesia</title>
		<link>http://keuskupan-malang.web.id/?p=4592</link>
		<comments>http://keuskupan-malang.web.id/?p=4592#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 May 2012 04:06:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Aldilanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Dokumen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuskupan-malang.web.id/?p=4592</guid>
		<description><![CDATA[  
HIDUP TERSEMBUNYI BERSAMA KRISTUS, BAGAIKAN BUNGA YANG SEMERBAK MEWANGI DI KEUSKUPAN MALANG
Bertepatan dengan Hari Minggu Panggilan tanggal 29 April 2012 biara Rubiah “Flos Carmeli” merayakan pesta emasnya (50 th) di Indonesia. Lima puluh tahun yang lalu, tepat pada tanggal 29 April 1962 yang mulia Mgr. A.E.J.Albers,O.Carm meresmikan dan memberkati biara Rubiah Flos Carmeli [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a href="http://keuskupan-malang.web.id/wp-content/uploads/2012/05/IMG_4753-1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-4593" title="IMG_4753-1" src="http://keuskupan-malang.web.id/wp-content/uploads/2012/05/IMG_4753-1-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a> <a href="http://keuskupan-malang.web.id/wp-content/uploads/2012/05/IMG_4759-1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-4594" title="IMG_4759-1" src="http://keuskupan-malang.web.id/wp-content/uploads/2012/05/IMG_4759-1-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a> <a href="http://keuskupan-malang.web.id/wp-content/uploads/2012/05/IMG_4747-1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-4595" title="IMG_4747-1" src="http://keuskupan-malang.web.id/wp-content/uploads/2012/05/IMG_4747-1-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p style="text-align: center;">HIDUP TERSEMBUNYI BERSAMA KRISTUS, BAGAIKAN BUNGA YANG SEMERBAK MEWANGI DI KEUSKUPAN MALANG</p>
<p>Bertepatan dengan Hari Minggu Panggilan tanggal 29 April 2012 biara Rubiah “Flos Carmeli” merayakan pesta emasnya (50 th) di Indonesia. Lima puluh tahun yang lalu, tepat pada tanggal 29 April 1962 yang mulia Mgr. A.E.J.Albers,O.Carm meresmikan dan memberkati biara Rubiah Flos Carmeli di Batu. Bagaikan Bunga yang harum semerbak ditaman Keuskupan Malang itulah ungkapan yang patut disampaikan kepada para suster Rubiah Flos Carmeli. Mengapa seperti itu karena para suster pertapa ini dengan doa dan hidup kontemplatifnya menjadi jantungnya Gereja. Tentu menjadi bunga yang semerbak mewangi di Keuskupan Malang bukan hal yang mudah, melainkan butuh perjuangan tersendiri.<br />
Diawali dengan kisah perjalanan seorang putri bernama Christiana Maria Sri Maharsi Poespowardojo yang memberanikan diri berangkat untuk mengalami hidup bertapa dalam biara Carmelites di negeri Belanda. Seorang putri Jawa sendirian di negeri jauh meninggalkan ayah dan ibunya, bukan suatu perjuangan yang mudah. Tetapi Maria Sri Maharsi yang lebih kita kenal dengan nama panggilan Sr.Brocarda ini menjawab panggilan Tuhan dengan ketulusan hati. Kemudian melalui Kasih Allah yang membimbingnya disertai perjuangannya  bersama dengan Sr. Maria Redempta maka berdirinya Biara Kontemplatif di Batu Malang.<br />
Awal pendirian sungguh dirasakan adanya tantangan dan cobaan berat, karena pada jaman tersebut terjadi peperangan antara Indonesia dan Belanda. Namun berkat kegigihan dan doa yang tulus kepada Allah, Allah Bapa memberikan jalan yang mulus dalam perjalanan menggapai cita-cita mendirikan biara Rubiah di Batu Indonesia. Dalam proses selanjutnya meski harus merangkak dan berjuang, sedikit demi sedikit namun pasti pembangunan biara di Batu dilakukan oleh Ordo Karmel Indonesia.<br />
Dari kedua Suster pribumi ini misi Rubiah Carmelites mulai dilaksanakan. Karena merasa kekurangan tenaga dalam hidup pelayanan akhirnya dikirimlah 3 suster dari Jerman. Mengapa dari Jerman? Untuk mengirimkan Suster dari Belanda tidaklah mungkin karena kondisi perang. Tugas ke 3 suster dari Jerman adalah untuk menemani para suster mengemban misi panggilan untuk hidup pertama dalam keheningan dan doa. Ketiga suster yang mengemban misi dari Jerman adalah Sr.M.Elia Debermitz; Sr.M.Teresita Fremunth dan Sr.M.Immaculata Buettner (sampai sekarang masih sehat dan tinggal di kota Batu). Para suster dari Jerman tersebut dengan gembira hati bersama-sama Sr.M.Brocarda dan Sr.M.Redempta membangun komunitas baru di Indonesia. Satu demi satu panggilan untuk menjadi Suster Rubiah mulai dirasakan. Banyak gadis yang tertarik untuk mengalami hidup dalam laku tapa mendekatkan diri dengan total dan seutuh-utuhnya hanya kepada Allah.<br />
Sampai saat ini anggota komunitas Rubiah Flos Carmeli Batu beranggotakan 16 Suster. Mengingat bahwa kehidupan mereka adalah stabilitas loci dan terikat klausura, namun tidak menutup diri dalam karya kerasulan. Kehadiran mereka sungguh dirasakan dengan bantuan doanya dan pendampingan serta bimbingan rohani yang dilakukan dalam pelayanan sehari-hari ketika ada umat yang butuh bimbingan dan datang ke biara Batu tersebut. Hal itu sungguh merupakan kekuatan bagi umat tersendiri. Selain bimbingan dan kerasulan doa, untuk menghidupi komunitas dan hidup bersama para suster dalam keseharian berkarya membuat hosti untuk kebutuhan keuskupan Malang.  Berkebun dan mengembangkan apa yang bisa diupayakan untuk hidup di seputar biara juga merupakan kegiatan sehari-hari para suster. Namun yang paling jelas bahwa dengan kehadiran yang tidak henti dalam doa itulah kerasulannya semakin nampak dan menguatkan kehadiran Gereja di Keuskupan Malang.<br />
Perjalanan yang panjang dan disertai dengan berbagai usaha kerasulan hingga sekarang ini sudah membuahkan hasil yang mengagumkan. Banyak umat merasakan kehadiran Suster dengan doa-doanya dan banyak umat yang mengalami rahmat lewat doa para suster. Diantara umat dan juga para religius yang lain juga memberikan kesaksian bahwa kehadiran biara Rubiah di Keuskupan Malang ini serasa bagaikan bunga yang harum mewangi menghiasi perjalanan hidup umat Keuskupan Malang. Mereka mengatakan kalau ikut ibadat dan doanya para suster merasakan kenyamanan dan ketenangan dalam hatinya.<br />
Kenangan 50 tahun kehadiran Rubiah Carmelites dirayakan dalam Misa Agung Yubileum yang dipimpin oleh Bapak Uskup Malang, Msgr. H.J.S. Pandoyoputro, O.Carm sebagai Konselebran utama bersama dengan Romo Albert Herwanto,O.Carm asisten Jendral Ordo Karmel dan Romo Ignatius Djoko,O.carm Provinsial Ordo Karmel Indonesia. Dalam kotbahnya Bapak Uskup  mengakui bahwa karena jasa para pendoa (baik Rubiah Carmelites maupun Rubiah Pasionis) ini Keuskupan Malang yang sudah berusia 85 tahun terasa disuburkan dengan siraman doa-doa yang dipanjatkan oleh Para Suster Rubiah. Keuskupan Malang menjadi seperti sekarang ini berkembang subur karena bentuk penghayatan iman yang didalami para suster yang totalitas menanggapi panggilan Tuhan secara utuh, dan inilah jantungnya Gereja Muda seperti Keuskupan Malang. Dengan kehadiran mereka menjadi nyata bahwa Injil sudah mantap berakar di tempat tersebut. Dengan doa para suster dirasakan oleh semua agama dan kepercayaan di dunia menjadi nyata bahwa Allah tetap mengasihi umat manusia. Dengan caranya para suster pertapa tak henti-hentinya mendoakan dunia agar selalu mendapatkan keselamatan dari Allah.<br />
Bapak Uskup juga menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada para Suster dalam sambutannya, penghargaan bukan berupa hadiah tetapi berkat dan rahmat dari Allah semoga menyertai setiap perjalanan Suster. Bangga karena Keuskupan Malang dalam perjalanan pastoralnya didampingi oleh komunitas pendoa yang kiranya sangat membantu dalam menjalankan perutusan pastoralnya. Kekuatan doa kiranya sangat dibutuhkan dalam kegiatan pastoral. Lengkaplah kalau keuskupan kita juga dihiasi dan disuburkan dengan kehadiran biara kontemplatif. Hal lain, rasa bangga juga dirasakan bahwa kehadiran Biara Kontemplatif mampu untuk memberikan kekuatan dan kesaksian bahwa karya pastoral dan kehadiran Gereja bukan semata-mata mengedepankan hal-hal yang jasmani melainkan juga memberikan keseimbangan dengan yang rohani. Para suster Karmelites bisa menjadi referensi betapa kekuatan pastoral kita bukan kehebatan manusianya melainkan juga keberanian mendengarkan kehendak Allah. Kebanggaan yang lain pasti doa-doa suster menyertai karya Pastoral Keuskupan Malang sehingga bapak Uskup di lapangan merasa mantap dan gembira karena tahu ada saudari-saudari kita semua dalam keheningan senantiasa berkanjang dalam doa dan pengorbanan untuk karya dan pelayanan.<br />
Tidak berlebihan kalau ditekankan bahwa menghayati ketaatan pada kehendak Allah juga menuntut dari kita masing-masing untuk berani menghayati kemurnian diri dan hati: “sungguh hidupku kupersembahkan hanya kepada Allah”. Mempersembahkan diri dalam kemurnian diri dan hati untuk zaman ini diperlukan semangat ugahari dan kemartiran rohani. Artinya bahwa kita lebih suka memilih apa maunya Allah dan meninggalkan kemapanan atau kenyamanan diri meski kita merasakannya sakit, tidak enak, rugi dan menderita. Kemurnian mempersembahkan diri pada Allah sungguh menuntut kita masing-masing melulu hidup untuk Allah: mempersembahkan hidup yang terbaik bagi kemulianNya.<br />
Semoga karena peristiwa 50 tahun ini, hidup sebagai Rubiah semakin dicintai oleh orang-orang muda jaman sekarang ini. Itulah Harapan Sr.M.Rosa Sukatmi Rahayu,O.Carm sebagai Priorin, agar dunia semakin aman dan damai, kalau banyak orang muda yang menghiasi keuskupan Malang ini dengan menangggapi panggilan suci ini dengan seutuh-utuhnya hidup murni hanya kepada Allah saja.<br />
Semoga dari perjalanan yang panjang dan indah ini Rubiah Carmelites tetap setia mendoakan umat Keuskupan Malang khususnya dan umat Katolik di Indonesia pada umumnya. Dan juga selalu mendoakan Dunia yang diciptakan indah oleh Allah ini agar tetap damai dan aman, sehingga terhindar dari perpecahan antar manusia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuskupan-malang.web.id/?feed=rss2&amp;p=4592</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pergantian Rektor Seminari Tinggi Giovanni XXIII</title>
		<link>http://keuskupan-malang.web.id/?p=4584</link>
		<comments>http://keuskupan-malang.web.id/?p=4584#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 04:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Aldilanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Dokumen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuskupan-malang.web.id/?p=4584</guid>
		<description><![CDATA[ 
Seminari Tinggi Giovanni XXIII  berganti Pimpinan atau Rektornya  pada tanggal 19 April pukul 17.00 didahului oleh Misa yang dipimpin langsung oleh Bapak Uskup, kepemimpinan  diestafetkan dari Rm.DR.Catur Raharjo,Pr kepada  Rm. DR. Antonius Denny Firmanto,Pr. Misa pelantikan yang dihadiri oleh  romo-romo rektor seminari dan para Magister biarawan –biarawati  ikut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://keuskupan-malang.web.id/wp-content/uploads/2012/04/IMG_4085.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-4585" title="IMG_4085" src="http://keuskupan-malang.web.id/wp-content/uploads/2012/04/IMG_4085-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a> <a href="http://keuskupan-malang.web.id/wp-content/uploads/2012/04/IMG_4088.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-4586" title="IMG_4088" src="http://keuskupan-malang.web.id/wp-content/uploads/2012/04/IMG_4088-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Seminari Tinggi Giovanni XXIII  berganti Pimpinan atau Rektornya  pada tanggal 19 April pukul 17.00 didahului oleh Misa yang dipimpin langsung oleh Bapak Uskup, kepemimpinan  diestafetkan dari Rm.DR.Catur Raharjo,Pr kepada  Rm. DR. Antonius Denny Firmanto,Pr. Misa pelantikan yang dihadiri oleh  romo-romo rektor seminari dan para Magister biarawan –biarawati  ikut  menjadi saksi Pelantikan Romo Antonius Denny Firmanto yang baru pulang menyelesaikan Doktoralnya pada bulan Februari. Pergantian kepemimpinan dalam tubuh Seminari sudah menjadi bagian dari proses pembentukan di Seminari Tinggi.<br />
Bapak Uskup dalam Homilinya menegaskan bahwa Pelantikan Rektor untuk pendidikan calon Imam di Seminari Tinggi Interdiosesan perlu diselenggarakan terkait dengan tugas Rektor yang menyangkut pembinaan yang berhubungan dengan keselamatan jiwa sewaktu nanti bertugas di lapangan, di lingkungan umat Allah; Iman,harapan dan kasih serta moralitas. Rektor disumpah untuk mengemban tugas memelihara Iman yang benar berdasarkan ajaran iman yang benar dan ajaran gereja.<br />
Menurut Bapak Uskup pengalaman di lapangan seorang imam yang pemahamannya akan ajaran Iman Katolik dan ajaran Gereja tidak sehat, dibatalkan oleh Pimpinan, karena yang bersangkutan lebih berbuat Singkretisme dan sesatan disertai dengan banyak pikiran tidak sehat dan takhayul. Banyak contoh seperti itu yang membuat seorang imam harus benar-benar mantap dan terarah kuat hanya pada ajaran Gereja dan Iman Katolik, juga pengalaman menghadapi imam yang menganjurkan ajaran sesat kepada umat dengan memberikan bahan pengajaran yang bertentangan dengan ajaran Iman Katolik. Penanggungjawab Ajaran Iman harus memberikan pelurusan dan peringatan (ini terjadi di Keuskupan Malang, Keuskupan Jakarta). Yang bersangkutan menyampaikan bimbingan sesat secara sembunyi-sembunyi kepada beberapa umat yang digembalakan, Maka Marilah Menjadi Imam-Imam yang baik dan bertanggung jawab pada Allah dalam membimbing umat kudusNya yang dipercayakan kepada semua imamNya.<br />
Yang taat harus tahu dimana kebebasannya. Orang taat, mengikuti peraturan yang dari Allah akan menjadi lebih bebas, berkembang dalam pikirannya, kemanusiaannya, karena dibebaskan dari hambatan yang menyesatkan, pengertian kabur, arah tidak jelas, ditempatkan pada jalan yang benar. Harus dibedakan antara taat pada hukum dan Sabda Tuhan yang membebaskan dan paksaan manusia yang harus dianut, meskipun tidak pantas dituruti, karena menempatkan pendapatnya mengatasi perintah atau hukum Tuhan, norma segala perintah dan hukum. Justru disini letak kebebasan: manusia beriman melihat jalan Tuhan dengan jelas, dan merasa sanggup dan kuat untuk memilih jalan Tuhan, meskipun ada ancaman manusia. Ia bebas mengikuti suara hati nurani, karena ia sudah mengenakan sikap dan pemikiran Kristus, yang membebaskan.<br />
Pergantian Romo Catur ke Romo Denny tidak terasa asing karena Romo Denny sebelumnya adalah Formator di seminari Tinggi  Interdiosesan Giovanni XXIII. Romo Denny mengajak kepada para Frater untuk tidak takut pada pimpinan baru maupun pimpinan lama, karena semuanya harus saling mendukung dan bekerjasama sehingga proses yang dialami bisa sama-sama saling mendapatkan hasil yang maksimal demi pelayanan pada Gereja Kudus Allah, sehingga umat yang dipercayakan Allah kepada para Imam nantinya mendapatkan dan memperoleh sesuatu yang benar dan bermanfaat buat kehidupannya.<br />
Profisiat Romo Denny selamat menjalankan tugas mulia ini dengan semangat baru, sehingga menumbuhkan panggilan imam-imam Projo yang semakin solid dan tangguh.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuskupan-malang.web.id/?feed=rss2&amp;p=4584</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PENGURUS MPK periode 2012-2015</title>
		<link>http://keuskupan-malang.web.id/?p=4578</link>
		<comments>http://keuskupan-malang.web.id/?p=4578#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Apr 2012 06:59:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Aldilanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuskupan-malang.web.id/?p=4578</guid>
		<description><![CDATA[ 
KETUA		:	RM. YUKI HARTANDI CDD (Yayasan Kosayu)
WAKIL KETUA		:	BAPAK SONY SUHARSO (Yayasan Mardi Wiyata)
SEKRETARIS		:	BAPAK DISMAS SRISUPODO (Yayasan Karmel)
BENDAHARA  I	:	SR. KRISTELLA PIJ (Yayasan Sang Timur)
BENDAHARA II	:	IBU C. SUHARNI (Yayasan Dharma Ibu)
ANGGOTA		:
FR. MOONFORT BHK (Yayasan Mardi Wiyata)
RM. HUDIONO PR (Yayasan Karmel)
SR. MYRIAM SPM (Perkumpulan Dharma Putri)
RM. ADRIANUS O.CARM (Yayasan Sancta Maria)
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://keuskupan-malang.web.id/wp-content/uploads/2012/04/IMG_3965.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-4580" title="IMG_3965" src="http://keuskupan-malang.web.id/wp-content/uploads/2012/04/IMG_3965-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a> <a href="http://keuskupan-malang.web.id/wp-content/uploads/2012/04/IMG_3993.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-4581" title="IMG_3993" src="http://keuskupan-malang.web.id/wp-content/uploads/2012/04/IMG_3993-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>KETUA		:	RM. YUKI HARTANDI CDD (Yayasan Kosayu)<br />
WAKIL KETUA		:	BAPAK SONY SUHARSO (Yayasan Mardi Wiyata)<br />
SEKRETARIS		:	BAPAK DISMAS SRISUPODO (Yayasan Karmel)<br />
BENDAHARA  I	:	SR. KRISTELLA PIJ (Yayasan Sang Timur)<br />
BENDAHARA II	:	IBU C. SUHARNI (Yayasan Dharma Ibu)<br />
ANGGOTA		:</p>
<p>FR. MOONFORT BHK (Yayasan Mardi Wiyata)<br />
RM. HUDIONO PR (Yayasan Karmel)<br />
SR. MYRIAM SPM (Perkumpulan Dharma Putri)<br />
RM. ADRIANUS O.CARM (Yayasan Sancta Maria)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuskupan-malang.web.id/?feed=rss2&amp;p=4578</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Romo-Romo Projo dari SLEMAN</title>
		<link>http://keuskupan-malang.web.id/?p=4571</link>
		<comments>http://keuskupan-malang.web.id/?p=4571#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Apr 2012 06:24:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Aldilanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuskupan-malang.web.id/?p=4571</guid>
		<description><![CDATA[
Bapak Uskup bersama Romo Hudiono,Pr menerima kunjungan Romo-romo Projo Keuskupan Agung Semarang yang berkarya di wilayah SLEMAN
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://keuskupan-malang.web.id/wp-content/uploads/2012/04/IMG_3998.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-4572" title="IMG_3998" src="http://keuskupan-malang.web.id/wp-content/uploads/2012/04/IMG_3998-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Bapak Uskup bersama Romo Hudiono,Pr menerima kunjungan Romo-romo Projo Keuskupan Agung Semarang yang berkarya di wilayah SLEMAN</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuskupan-malang.web.id/?feed=rss2&amp;p=4571</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

